Pendakwah Miftah Maulana Habiburahman telah mengumumkan pengunduran dirinya dari kabinet pemerintahan Prabowo Subianto, yang dianggap sebagai kemenangan bagi rakyat. Hal ini disambut dengan positif oleh Pegiat Media Sosial Jhon Sitorus, yang menyatakan bahwa mundurnya Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan adalah hasil desakan massa melalui media sosial. Menurut Jhon, suara warganet memainkan peran penting dalam memaksa Miftah untuk mundur dari jabatannya.
Keputusan Miftah Maulana untuk mengundurkan diri disambut dengan antusiasme oleh netizen, dianggap sebagai kemenangan bagi rakyat Indonesia. Pengunduran diri ini juga dianggap sebagai kemenangan bagi penjual es teh Sunhaji dan dalang senior, Yati, yang sebelumnya dihina oleh Miftah dalam video viral. Pengumuman pengunduran diri Miftah dilakukan di Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, DI Yogyakarta, dengan pengakuan bahwa keputusan tersebut diambil secara independen tanpa paksaan dari pihak manapun. Miftah memberikan penjelasan dalam jumpa persnya dan menyatakan kerendahan hati serta kesadaran atas keputusannya untuk mundur dari tugas sebagai Utusan Khusus Presiden.
