Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam negara-negara BRICS, termasuk Indonesia, dengan tarif 100 persen atas barang-barang yang masuk ke Amerika Serikat jika mereka meninggalkan dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional. Menyikapi ancaman tersebut, anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu merasa takut. Menurutnya, ancaman ini sebenarnya menunjukkan posisi strategis Indonesia dan negara-negara BRICS dalam ekonomi global. Ia menyarankan agar Indonesia memanfaatkan potensi yang ada dengan bergabung dengan BRICS, yang merupakan pasar dunia yang memiliki hampir setengah dari total populasi dunia.
Syamsu Rizal juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan semua negara, serta menyoroti perlunya kecerdasan diplomatik dalam menghadapi ancaman Trump. Dia menegaskan bahwa dedolarisasi merupakan tanda kekhawatiran Amerika terhadap kekuatan kolektif BRICS. Menyikapi ancaman ini dengan bijak dan menunjukkan apresiasi terhadap kekuatan negara-negara BRICS dapat menjadi strategi yang efektif. Syamsu Rizal berharap agar Menteri Luar Negeri dan jajarannya dapat menjaga keseimbangan dalam hubungan dengan negara lain dan memanfaatkan kecerdasan diplomasi untuk menghadapi situasi tersebut.
