Pemecatan Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi dari PDI Perjuangan disebut sebagai karma oleh Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal. Menurutnya, pemecatan tersebut merupakan hasil dari konspirasi yang dilakukan oleh Istana untuk mengambil alih Partai Demokrat pada masa pemerintahan Jokowi. Djalal menyatakan bahwa tindakan tersebut menimbulkan karma politik bagi Jokowi.
Ferdinand Hutahaean, Mantan Politisi Demokrat, juga turut melontarkan komentar terkait pengambil alihan Partai Demokrat. Dia mengklaim memiliki cerita yang belum pernah didengar publik mengenai peristiwa tersebut. Hutahaean menyebut jika cerita tersebut diungkapkan akan mengejutkan masyarakat.
Jokowi dipecat bersama putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Gubernur Sumatera Utara Terpilih, Bobby Afif Nasution yang juga menantu Jokowi. Mereka dicopot dari jabatan bersamaan dengan 27 kader lainnya sesuai dengan Surat Keputusan nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024, 1650/KPTS/DPP/XII/2024, dan 1651/KPTS/DPP/XII/2024.
