Polda Sumut mengajukan penonaktifan AKB. Oloan Siahaan dari jabatannya sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan, kepada Mabes Polri. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan investigasi penyidikan kematian seorang remaja di Tol Belmera, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Dalam insiden penyerangan mobil Oloan yang dilakukan sekelompok pemuda di Tol Belmera, Minggu dini hari, 4 Mei 2025, sekitar pukul 02.00 WIB, satu remaja tewas tertembak. Saat insiden terjadi, dua remaja lainnya tertembak dan masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit.
Pengajuan penonaktifan Kapolres Pelabuhan Belawan ini disampaikan oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol. Whisnu Hermawan kepada wartawan sebagai langkah transparan dan untuk memastikan pelayanan di Polres tidak terganggu. Whisnu juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Mabes Polri untuk memeriksa Kapolres secara transparan dan mengikutsertakan Kompolnas dalam pemantauan kasus tersebut.
Dalam kejadian tersebut, Kapolres Pelabuhan Belawan diserang oleh sekelompok pemuda saat sedang melintas di Tol Belmera. Akibatnya, tim khusus dari Polda Sumut dibentuk untuk menginvestigasi kejadian tersebut. Ferry Walintukan, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, menjelaskan kronologi kejadian dan tindakan yang diambil oleh Kapolres Pelabuhan Belawan saat itu. Selain itu, Whisnu Hermawan turut memberikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji akan mengusut kasus ini secara transparan di depan publik.
Untuk mengantisipasi terjadinya korban lain dan memastikan keselamatan, Kapolres Pelabuhan Belawan melakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan penembakan peringatan. Namun, situasi tidak kondusif sehingga Kapolres terpaksa melakukan tembakan ke bagian kaki kelompok pemuda yang menyerangnya. Polda Sumut mengimbau masyarakat dan kelompok pemuda untuk menjaga keamanan dan kondusifitas di wilayah Belawan, Kota Medan.
