Pada hari Jumat, 16 Mei 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Mu’ti, memperkenalkan konsep Rumah Pendidikan dalam pertemuan utama Menteri Pendidikan APEC ke-7 di Jeju, Korea Selatan. Agenda tersebut mengusung tema “Bridging Educational Gaps and Promoting Inclusive Growth in the Era of Digital Transformation”. Rumah Pendidikan merupakan ekosistem terintegrasi yang mendukung akses, kolaborasi, dan efisiensi pendidikan dengan memungkinkan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan untuk berinteraksi dalam satu platform. Platform ini dilengkapi dengan delapan ruang virtual untuk memfasilitasi informasi antar guru, siswa, orang tua, dan mitra pendidikan. Selain itu, terdapat Ruang GTK di dalam Rumah Pendidikan sebagai wadah bagi guru dan tenaga pendidik untuk mengembangkan kompetensi mereka, terutama dalam menghadapi pengenalan coding di berbagai jenjang pendidikan. Menurut Abdul Mu’ti, guru yang kompeten sangat diperlukan untuk mengatasi kesenjangan mutu pendidikan dan menyiapkan murid-murid yang lebih terampil dalam menghadapi tantangan masa depan. Integrasi coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kurikulum nasional bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, pemikiran komputasional, pemahaman etika AI, dan pendekatan desain yang berfokus pada manusia.
Di Pleno AEMM: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Memperkenalkan Rumah Pendidikan

