Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, menjelaskan komitmen pemerintahannya untuk membuka sektor energi negara ini bagi investasi skala besar. Dia mengajak pemangku kepentingan domestik dan internasional untuk memanfaatkan “peluang besar” yang tersedia. Prabowo menekankan potensi Indonesia sebagai pemain utama dalam sektor minyak dan gas konvensional serta sumber energi terbarukan. Dia juga menyoroti regulasi yang berlebihan sebagai hambatan utama untuk kemajuan, memperkuat kebutuhan akan reformasi cepat untuk menarik modal dan mempercepat pelaksanaan proyek.
Dalam upaya mendukung ambisi tersebut, Prabowo memperkenalkan Danantara Indonesia, sebuah dana investasi kedaulatan yang bertujuan untuk menjadi mitra strategis dalam pembiayaan proyek energi. Danantara diharapkan akan memainkan peran penting dalam pengumpulan modal untuk inisiatif seperti penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) serta fasilitasi kemitraan dengan investor asing. Presiden Prabowo juga membicarakan kemajuan terkini di bawah pemerintahannya, menyoroti produksi pertama dari lapangan Forel dan Terubuk di Kepulauan Natuna sebagai tonggak penting dalam perjalanan negara menuju kemandirian energi.
Prabowo berharap agar semua pihak, baik publik maupun swasta, turut berkolaborasi lintas sektor untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor energi. Dia menekankan pentingnya kerja sama antara sektor swasta, BUMN, dan pemerintah dalam upaya mengakhiri ketergantungan impor energi demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mengalokasikan dana yang seharusnya untuk pendidikan, kesehatan, dan pengurangan kemiskinan.
Peluang Investasi Energi: Prabowo dan Danantara

