Hari Kesaktian Pancasila: Makna dan Sejarahnya

by -146 Views

Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya” pada tahun 2025. Meskipun terdengar serupa, peringatan Hari Kesaktian Pancasila berbeda dengan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni. Hari Lahir Pancasila ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, sementara Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.

Hari Lahir Pancasila ditandai sebagai momen lahirnya konsep awal Pancasila yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada pidatonya di BPUPKI pada 1 Juni 1945. Sementara Hari Kesaktian Pancasila diperingati untuk mengenang sejarah keteguhan dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa serta memuliakan pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI.

Peristiwa G30S/PKI menjadi latar belakang penetapan Hari Kesaktian Pancasila untuk diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Keputusan ini diambil berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 yang diteken oleh Presiden Soeharto pada 27 September 1967. Peristiwa tersebut menggambarkan upaya pengkhianatan yang dapat ditumpas oleh keberanian dan perjuangan rakyat Indonesia.

G30S/PKI merupakan upaya kudeta yang dilakukan oleh PKI dengan tujuan menggulingkan pemerintahan pada masa itu serta mengubah dasar negara Indonesia menjadi komunis. Sejumlah jenderal dan perwira TNI AD gugur dalam peristiwa tersebut, dengan para pahlawan revolusi mengorbankan nyawa demi keutuhan Pancasila. Meskipun kejadian itu gagal, respons dari Panglima Kostrad Soeharto saat itu berhasil memulihkan kondisi.

Mulai dari penandatanganan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967, Hari Kesaktian Pancasila diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia pada setiap tanggal 1 Oktober. Hal ini sebagai pengingat penting akan peristiwa bersejarah G30S/PKI serta mempererat keyakinan akan kebenaran, keunggulan, dan kesaktian Pancasila sebagai landasan negara yang mengikat seluruh bangsa Indonesia.

Source link