Jenson Button, juara Formula 1 tahun 2009, akhirnya memutuskan untuk pensiun dari dunia balap setelah balapan terakhirnya di Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC) di Bahrain. Keputusan ini menimbulkan banyak spekulasi tentang langkah berikutnya bagi pembalap asal Inggris tersebut. Sejak mengonfirmasi pensiunnya pada bulan Juli 2025, Button ingin lebih fokus untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Namun, para penggemar masih berharap agar Button tetap terlibat dalam dunia motorsport, terutama dengan kemungkinan bergabung dengan tim penyiaran Sky Sports F1 secara penuh waktu.
Button sendiri menjelaskan bahwa balapan terakhirnya di Bahrain menjadi momen emosional baginya karena itu adalah akhir dari karier balap profesional. Meskipun menikmati waktu bersama tim Jota di WEC, tetapi Button merasa bahwa kehidupannya yang sibuk membuatnya sulit untuk terlibat penuh dalam balap mobil pada tahun 2026. Dengan alasan tersebut, Button ingin fokus untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anaknya yang masih kecil.
Selain karier balapnya, Button juga memiliki peran paruh waktu sebagai komentator di Sky Sports F1 sejak 2018 dan menjadi duta untuk Williams Racing. Banyak penggemar memprediksi bahwa Button dapat menjadi pengganti Martin Brundle, yang telah lama menjadi bagian dari tim siaran Sky Sports F1. Meskipun kepergian Button dari dunia balap menjadi sebuah kejutan, namun penggemar percaya bahwa Button memiliki kepribadian dan gaya yang cocok untuk mengambil alih posisi Brundle di stasiun televisi tersebut. Selain itu, ada harapan agar Brundle bisa pensiun secara perlahan-lahan sehingga posisinya dapat diisi dengan orang yang tepat di Sky Sports F1.





