Makam keluarga pendiri tim McLaren, Bruce McLaren, dan keluarganya di Pemakaman Waikumete, Auckland, telah menjadi target vandalisme. Nisan mereka dicat dengan cat emas dan mainan mobil ditempatkan di atasnya. Yayasan yang bertanggung jawab atas pemakaman tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan vandalisme tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada organisasi sukarela The Grave Guardians yang akan membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Polisi Selandia Baru telah menyelidiki insiden ini sejak 5 November dan meminta bantuan dari masyarakat untuk mengungkap pelakunya. Meskipun ada kamera keamanan di tempat kejadian, namun kemungkinannya tidak membantu karena area pemakaman yang cukup luas. Sebelumnya, kerusakan pada makam tersebut sudah terlihat pada bulan September.
Para sukarelawan dari The Grave Guardians telah bersedia membantu memulihkan makam keluarga McLaren tersebut. Kejadian ini terjadi menjelang Grand Prix Brasil di Interlagos, di mana pembalap McLaren sedang berjuang di lintasan. McLaren sendiri telah meraih gelar konstruktor di Grand Prix Singapura 2025.
CEO McLaren Racing Zak Brown merasa bangga dengan kesuksesan timnya dan mengapresiasi dukungan dari penggemar dan mitra mereka. Kesuksesan tim McLaren belakangan ini tidak terlepas dari kerja keras dan persatuan tim dalam mencapai prestasi yang gemilang. Saat ini, tim McLaren Racing sedang berfokus pada perjalanan mereka ke depan dan bagaimana dapat terus meraih kesuksesan lebih lanjut dalam dunia balap Formula 1.





