Kasus henti napas pada bayi seringkali terjadi tanpa gejala awal dan memerlukan penanganan yang cepat. CPR atau Resusitasi Jantung Paru menjadi prosedur penting untuk menjaga aliran oksigen ke tubuh bayi sampai bantuan medis tiba. Berhenti sirkulasi darah dapat menyebabkan kerusakan otak dan berujung pada kematian dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pemberian CPR yang tepat sangat penting untuk menjaga aliran darah oksigen ke seluruh tubuh.
Prosedur CPR pada bayi meliputi 30 kompresi dada di bagian tengah dada dengan kedalaman 1,5 inci dan 2 napas buatan. Sebelum melakukan CPR, pastikan bayi berada di lingkungan yang aman dan periksa kesadarannya. Selanjutnya, lakukan kompresi dada dengan kedalaman yang tepat dan berikan napas buatan dengan benar.
Pada bayi berusia 1-12 bulan, gunakan dua jari tangan untuk kompresi, sedangkan anak usia 1-8 tahun bisa menggunakan satu tangan. Pastikan kepala bayi sedikit dimiringkan untuk memberikan napas buatan dengan benar. Ulangi siklus CPR hingga bantuan medis datang atau bayi mulai bernapas kembali. Having the knowledge and skills of CPR can make a difference in emergency situations involving infants. By following the correct procedure, individuals can help save the life of a baby facing respiratory distress.





