Bantuan logistik akhirnya berhasil menjangkau kawasan terisolasi akibat bencana banjir di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Pendistribusian bantuan dilakukan menggunakan helikopter mengingat akses darat di wilayah tersebut terputus. Juru Bicara Satgas Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa Pining Gayo Lues adalah salah satu wilayah yang paling sulit dijangkau sejak hari pertama bencana. Menurutnya, Pining Gayo merupakan salah satu wilayah yang sempat terisolir selama beberapa hari akibat bencana banjir besar yang melanda Aceh.
Distribusi bantuan ke Pining menjadi prioritas utama karena wilayah tersebut hanya bisa diakses melalui jalur udara. Direalisasikan hari ini, bantuan berhasil masuk menggunakan helikopter. Di lokasi, personel TNI juga aktif membantu proses penyaluran bantuan. Sementara itu, Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi merilis data terbaru mengenai jumlah korban bencana hidrometeorologi di Aceh. Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, M. Nasir, mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa bertambah menjadi 96 orang per Minggu (30/11) pukul 16.14 WIB.
Data tambahan disampaikan dalam rapat evaluasi di Kantor Gubernur Aceh, di mana jumlah korban jiwa mulai mengalami pertambahan karena jalur informasi telah terhubung. Lebih lanjut, data korban dan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh meliputi 96 orang korban jiwa, 1.284 orang luka ringan, 319 orang luka berat, 113 orang hilang, 89.959 KK kepala keluarga terdampak, 62.000 KK kepala keluarga mengungsi, 514 titik lokasi pengungsian, dan 1.286 gampong/desa terdampak di 242 kecamatan.





