Red Bull Racing mengeluarkan pernyataan singkat menyusul gelombang pelecehan dan kebencian yang ditujukan kepada pembalap Italia, Andrea Kimi Antonelli setelah F1 GP Qatar. Konsultan motorsport Helmut Marko menyesali situasi tersebut dan menegaskan bahwa pembalap Mercedes itu tidak dengan sengaja membiarkan lawan menyalipnya.
Dalam balapan di Losail, Antonelli berada di posisi keempat dan berusaha menjaga jarak dengan Lando Norris di belakangnya. Namun, kesalahan di lap terakhir membuatnya kehilangan posisi tersebut. Hal ini membuat penggemar Max Verstappen marah dan menyerang media sosial pemuda Italia tersebut.
Red Bull juga turut meminta maaf atas situasi ini dan menyerukan agar pelecehan terhadap Antonelli dihentikan. Helmut Marko, sebagai penasihat tim Red Bull, juga meminta maaf kepada pembalap muda berusia 19 tahun tersebut. Ia menegaskan bahwa Antonelli tidak dengan sengaja membiarkan lawan menyalipnya dan mengakui bahwa itu adalah kesalahan dalam mengemudi yang tidak disengaja.
Dengan demikian, Red Bull ingin menyampaikan klarifikasi atas kesalahpahaman yang terjadi pada balapan tersebut dan menegaskan bahwa Antonelli tidak dengan sengaja membiarkan lawan menyalipnya. Mereka berharap para penggemar dapat lebih memahami situasi sebenarnya dan menghentikan pelecehan terhadap pembalap muda tersebut.





