Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mulai mendistribusikan bantuan ke warga terdampak banjir menggunakan perahu dan boat karena akses darat terputus. Kepala BPBD Aceh Singkil, Husni, menyatakan bahwa bantuan logistik seberat 100 ton dari Badan Pangan Nasional telah tiba dan mulai didistribusikan ke masyarakat. Bagian dari bantuan tersebut disalurkan menggunakan perahu dan boat nelayan ke daerah Kecamatan Singkil yang masih sulit dijangkau melalui darat.
Sementara itu, kondisi pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka, kecuali sebagian kecil warga yang masih tinggal di tenda pengungsian karena rumah mereka rusak. Posko kesehatan juga sudah didirikan di titik-titik pengungsian, dengan pasokan BBM yang telah tiba di Aceh Singkil, namun persediaan air bersih masih menjadi kendala.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa jalur yang menghubungkan Kota Medan, Sumatra Utara, ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang mulai dapat dilalui. Pekerjaan hari ini bertujuan untuk menyingkirkan beberapa material di pinggir jalan agar jalur tersebut dapat dilalui sepenuhnya. BNPB juga telah mengirim tim pendampingan di seluruh titik terdampak untuk mendistribusikan logistik, memutakhiran data dan informasi, serta memfasilitasi komando pada fase penanganan darurat.
Meskipun 11 mobil tangki berisi BBM sempat tertahan di perbatasan Aceh – Sumut, kini mereka sudah melanjutkan perjalanan ke wilayah pantai Timur Aceh karena akses darat di wilayah tertentu sudah memungkinkan. Suplai BBM juga dialihkan untuk mempercepat distribusi ke wilayah terdampak banjir di Aceh. Meskipun antrean panjang masih terjadi di sejumlah daerah di Aceh, distribusi logistik diharapkan dapat berjalan lebih lancar dengan terbukanya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang.
Dengan berbagai upaya pendistribusian bantuan dan perbaikan akses transportasi, diharapkan penanganan darurat ini dapat berjalan lebih efisien dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak. Data dari BNPB menunjukkan bahwa korban tewas, hilang, dan terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tercatat cukup signifikan, sehingga pemulihan dan rekonstruksi menjadi fokus utama dalam upaya penanganan bencana ini.





