Banjir dan longsor yang belakangan terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara memicu perhatian publik. Banyak yang menyalahkan kebijakan pemerintah terkait izin aktivitas penebangan pohon dan pembukaan lahan tambang sebagai pemicu bencana alam itu. Bahkan, Sekjen PSI yang kini juga menjabat sebagai Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, disebut-sebut sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kejadian tragis ini. Respons terhadap peristiwa tersebut pun beragam, dengan kader PSI, Dian Sandi Utama, menyuarakan pandangannya bahwa ada pihak yang memanfaatkan bencana untuk kepentingan politik. Dalam sebuah cuitan di akun pribadinya, Sandi menegaskan bahwa tidak seharusnya bencana dijadikan alat untuk menyerang lawan politik. Respons dari warganet pun bermacam-macam, ada yang mengaitkan kejadian banjir di Jakarta saat Anies Baswedan menjabat gubernur dengan konteks pernyataan Sandi. Diskusi pun berlanjut di media sosial terkait pemaknaan bencana alam sebagai instrumen politik, serta pertanggungjawaban publik atas tindakan-tindakan yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat.
Dian Sandi Gunakan Bencana Sebagai Senjata, PSI dan Banjir Jakarta Kembali Menuai Kontroversi





