Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terus dilanjutkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Keputusan ini diambil setelah BNPB berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta mempertimbangkan laporan korban hilang di lapangan. Perpanjangan operasi SAR ini merupakan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti secara serius dan akurat seluruh laporan korban hilang.
Tim SAR akan melanjutkan operasi di berbagai wilayah di tiga provinsi tersebut. Di Sumatra Utara, pencarian dilanjutkan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Di Sumatra Barat, operasi akan berlanjut di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar. Sementara di Aceh, SAR akan dilanjutkan di enam kabupaten, termasuk Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen.
Proses identifikasi korban ditemukan di wilayah berbeda dilakukan secara ketat untuk memastikan keakuratan data nasional dan mencegah duplikasi pencatatan. Tim SAR juga terus memverifikasi laporan korban hilang yang diterima. Hingga saat ini, korban meninggal dunia akibat bencana di tiga provinsi tersebut telah mencapai 1.016 jiwa, dengan penurunan jumlah korban hilang seiring penemuan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Tim SAR terus melakukan pencarian dan identifikasi korban dalam upaya membantu korban bencana dan memastikan keakuratan data korban. Proses identifikasi korban yang telah ditemukan terus diperbarui untuk memenuhi kebutuhan sarana pertolongan dan pemulihan korban bencana. Keterlibatan pihak terkait seperti BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah terus berkerja sama dalam upaya penanganan bencana di tiga provinsi Sumatra tersebut.




