Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyumbangkan seluruh kawasan perizinan berusaha pengolahan hasil hutan (PBPH) miliknya untuk koridor gajah di Aceh. Dengan memberikan 20.000 hektare dan seluruh konsesi PBPH-nya, Prabowo telah terlibat dalam pembangunan koridor gajah yang merupakan langkah nyata dalam menjaga lingkungan di Indonesia. Raja Juli menyebut hal ini sebagai wujud kepedulian Prabowo terhadap hutan dan satwa, bukan sekadar pernyataan belaka.
Selain itu, Prabowo juga telah memerintahkan Kemenhut untuk menertibkan PBPH yang nakal, yang merugikan masyarakat dan lingkungan hidup. Dalam satu tahun terakhir, Kementerian Kehutanan telah berhasil menertibkan 1,5 juta hektare PBPH nakal, dengan mencabut 22 PBPH milik perusahaan nakal seluas 1.012.016 hektare. Prabowo juga memerintahkan untuk melipatgandakan jumlah personel polisi kehutanan guna mengatasi praktik ilegal seperti pembalakan liar yang merusak hutan Indonesia.
Raja Juli menyoroti kekurangan personel polisi hutan di Aceh yang selama ini hanya memiliki sekitar 30-an personel untuk mengawasi hutan seluas 3,5 juta hektare. Prabowo langsung meminta peningkatan jumlah personel sebagai langkah preventif untuk melindungi hutan. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Prabowo dalam menjaga ekosistem hutan dan satwa di Indonesia.




