Sergio Perez mengakui bahwa selama ia berada di Red Bull, ia tidak pernah bisa memenuhi ekspektasi tim dan selalu merasa tertekan, terutama ketika harus berhadapan dengan Max Verstappen. Perez menjelaskan bahwa Red Bull selalu menuntut segalanya darinya, baik jika ia lebih cepat atau lebih lambat dari rekan setimnya. Meskipun menyadari situasi ini, Perez berharap bisa lebih terlibat dalam pengembangan mobil daripada hanya menjadi pembalap kedua di tim. Dia menekankan bahwa menjadi rekan setim Max Verstappen di Red Bull merupakan pekerjaan terberat dalam karirnya di Formula 1.
Dalam percakapannya dengan Christian Horner sebelum meninggalkan Red Bull, Perez menyarankan bahwa siapa pun yang menggantikannya akan mengalami kesulitan yang sama dan bahwa tim harus siap untuk menggunakan semua pembalap yang mereka miliki. Di akhir musim 2024, diputuskan bahwa Lawson akan menggantikan Perez, namun demikian, Perez meramalkan bahwa Lawson pun akan menghadapi kesulitan yang serupa. Untuk musim 2026, Isack Hadjar akan menjadi rekan setim Max Verstappen, dan Perez percaya bahwa pendekatan terhadap mobil kedua akan lebih adil di bawah arahan Laurent Mekies. Oleh karena itu, Perez menegaskan bahwa menjadi rekan setim Max Verstappen di Red Bull merupakan pekerjaan yang sangat menantang bagi siapa pun.





