Biaya Konseling Psikologi Perez di Red Bull Rp135 Juta/Jam

by -23 Views

Sergio Perez mengungkapkan bahwa Red Bull membiayai sesi terapi mahal untuk mendukungnya saat balapan untuk tim tersebut di Formula 1. Checo bergabung dengan Red Bull pada 2021 setelah Pierre Gasly dan Alex Albon mengalami kesulitan di mobil kedua tim, namun ia hanya meraih satu kemenangan pada tahun itu sementara rekan setimnya, Max Verstappen, memenangi 10 balapan grand prix dalam perjalanannya menuju gelar juara dunia pertamanya. “Begitu saya bergabung dengan Red Bull, pada balapan-balapan awal, ketika saya tidak menghasilkan hasil, (mereka berkata) ‘Yang kamu butuhkan adalah psikolog, kamu harus menemui psikolog’,” kata Perez dalam siniar Cracks. Jadi, pembalap Meksiko itu melakukannya. “Di atas itu, seluruh timmu melawanmu. Secara publik, itu sangat sulit,” ungkap Perez.

Perez menceritakan bahwa tim Red Bull langsung mengenakan biaya psikolog sebesar 6.000 pounds atau sekitar Rp135,8 juta untuk sesi tersebut. Disaat ditagih, Perez berkelakar kepada mereka bahwa Helmut Marko lah yang akan membayar. Setelah sesi terapi tersebut dilakukan, hasilnya mulai terlihat dan membantu Perez memperbaiki performanya. Meskipun demikian, Perez terus kesulitan membandingkan dirinya dengan Verstappen dan akhirnya keluar dari tim setelah performanya menurun di musim 2024. “Dalam beberapa tahun terakhir, saya berpikir, ‘Mungkin saya memang butuh bantuan, kan? Hasilnya tidak kunjung datang’,” ujar Perez, merujuk pada peningkatan performa pasca-sesi terapi.

Absen pada musim 2025, Perez kembali ke F1 pada tahun ini bersama tim Cadillac baru. Menunjukkan bahwa kekuatan mental sangat penting dalam dunia balap, Perez mengungkapkan perjuangannya bersaing di lapangan dan melawan tim sendiri. Dengan adanya dukungan tim dan konseling psikolog, Checo mengalami perubahan positif dalam performanya. Adapun kehadirannya di balapan-seperti yang diharapkan-tampaknya telah membantu Sergio Perez melewati masa-masa sulit dalam dunia balap.

Source link