Sebuah kejadian memprihatinkan terjadi di Kampung Polokiong, Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, di mana 20 pasien klinik pengobatan tradisional terjebak dalam genangan banjir. Pemilik klinik, Hendri, menyebut bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sejak pagi. Air mulai memasuki pemukiman dan tempat praktik sekitar pukul 12.00 WIB dengan tinggi mencapai lutut orang dewasa.
Para pasien mengalami kesulitan untuk keluar karena akses jalan tertutup oleh genangan air tinggi. Hingga saat ini, belum ada bantuan yang mencapai lokasi tersebut. Hendri berharap agar tim dari dinas terkait segera turun ke lapangan untuk membantu mengevakuasi para pasien dan warga yang terdampak banjir.
Kondisi banjir dipicu oleh curah hujan tinggi dan buruknya sistem drainase di wilayah tersebut. Kontur tanah yang lebih rendah dari Pasar Baros membuat air kiriman menumpuk melalui saluran gorong-gorong, menyebabkan genangan air di pemukiman.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menunjukkan bahwa banjir melanda dua titik lokasi di Kampung Polokiong dan Kampung Siliwung. Dampak terparah terjadi di Kampung Polokiong, di mana 33 rumah yang dihuni 58 Kepala Keluarga atau 174 jiwa terendam air. Kantor Desa Baros juga terdampak banjir, serta di Kampung Siliwung, satu unit rumah yang dihuni 2 Kepala Keluarga atau 6 jiwa terendam.
Situasi ini memperlihatkan betapa pentingnya penanganan bencana alam dan peningkatan infrastruktur drainase untuk mengurangi risiko banjir di wilayah-wilayah terdampak. Semoga bantuan segera tiba untuk membantu evakuasi dan mendukung para korban banjir di Kampung Polokiong, Serang, Banten.




