Menjelang dimulainya musim baru Formula 1, banyak pendapat muncul tentang perkiraan hasil di lintasan, kekuatan tim, masalah, keraguan, dan desas-desus seputar tim yang dianggap unggul. Namun, ada satu suara yang berbeda tahun ini, yaitu Helmut Marko. Dia baru-baru ini meninggalkan Red Bull Racing dan telah melihat pengembangan RB22 serta mesin baru yang dikembangkan bersama Ford Racing oleh Red Bull Powertrains.
Marko, yang telah lama berkecimpung di paddock dan paham betul seputar dunia balap, memberikan pandangannya tentang apa yang bisa terjadi di sesi tes di Sakhir dan di awal musim balapan baru. Dia memperingatkan bahwa meskipun semua tim semakin berdekatan, dia khawatir jarak antara mobil akan meningkat secara signifikan. Dengan baterai, perangkat lunak, dan peraturan yang semakin kompleks, Marko melihat potensi keberhasilan Mercedes dalam pengembangan mesin yang lebih maju dari pesaingnya.
Skenario yang Marko gambarkan dapat mengakibatkan jarak antara mobil balap menjadi lebih lebar, dengan perbedaan performa yang signifikan. Hal ini diakibatkan oleh berbagai faktor teknis, seperti sayap fleksibel dan performa baterai yang penting. Meskipun demikian, Marko yakin bahwa FIA akan merespons situasi tersebut, meskipun perubahan regulasi mesin mungkin memerlukan waktu yang cukup lama.
Dengan perubahan besar dalam regulasi, prediksi Marko tentang perbedaan performa dan jarak antara mobil balap bisa mencapai beberapa detik, yang akan membutuhkan kerja sama tim yang solid. Inilah tantangan yang akan dihadapi tim dan regulasi F1 di masa mendatang.





