Oliver Solberg telah menunjukkan penampilan mengesankan sebagai pembalap Rally1 penuh waktu di WRC, dengan tampil baik dan memimpin Reli Monte Carlo. Dia berhasil melawan kondisi musim dingin yang berbahaya dan mampu unggul dari Elfyn Evans dari Toyota dengan selisih waktu 44,2 detik. Sebastien Ogier, juara dunia bertahan, finis di posisi ketiga setelah bendera merah di etape ketiga, sementara Thierry Neuville dari Hyundai berada di posisi keempat. Kru-kru yang berani menggunakan ban super lembut berhasil mengatasi kondisi basah yang sulit, termasuk Evans dan Ogier yang mencapai tempo awal.
Pada etape malam pertama, kondisi menjadi lebih ekstrem dengan lumpur, salju, dan es, membuatnya menjadi salah satu etape terberat di Monte Carlo. Solberg berhasil unggul dari Evans dan Ogier, dengan penampilan yang luar biasa di etape tersebut. Meskipun banyak pembalap kesulitan, Solberg mampu mempertahankan posisinya dan mengungguli rivalnya. Armstrong juga mencatatkan waktu tercepat meskipun mengalami beberapa insiden.
Cuaca menjadi faktor kunci dalam reli ini, terutama dengan kabut tebal yang membuat visibilitas sangat buruk di etape Vaumeilh/Claret. Pembalap terpaksa menghadapi kondisi yang berbahaya, dengan Evans dan Neuville menyebutnya sangat mematikan. Meskipun demikian, Solberg mampu memenangkan etape tersebut, memperlebar keunggulannya atas Evans. Bendera merah akhirnya dikeluarkan setelah tujuh mobil Rally1 berhasil melewati etape.
Kembalinya Lancia ke WRC tidak terlalu mulus, dengan Yohan Rossel dan Nikolay Gryazin mengalami masalah suspensi. Namun, Eric Camilli berhasil memimpin WRC2 di akhir hari. Kondisi cuaca yang ekstrem dan tantangan berat di setiap etape membuat reli Monte Carlo menjadi ujian sejati bagi para pembalap dan tim.





