Pengungsi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim) mengeluhkan adanya penyakit ringan yang muncul akibat banjir yang merendam pemukiman warga. Mereka mengeluhkan gejala seperti batuk, pilek, dan gatal-gatal. Menurut Lurah Bidara Cina, Suhartono, sebanyak 18 orang telah melaporkan gejala tidak sehat tersebut. Banjir yang terjadi juga mempengaruhi beberapa wilayah di sekitarnya, terutama RW 11 dan RW 7 yang mengalami dampak paling parah. Sedangkan RW 5 dan RW 6 hanya mengalami genangan dengan intensitas lebih ringan.
Kesehatan para pengungsi banjir di Kelurahan Bidara Cina menjadi perhatian utama, mengingat kondisi mereka yang terpaksa mengungsi akibat bencana alam ini. Sebanyak 83 kepala keluarga dengan total 284 jiwa tersebar di beberapa lokasi pengungsian di sekitar wilayah tersebut. Petugas dari Puskesmas Bidara Cina telah memberikan layanan kesehatan kepada para pengungsi untuk mencegah kondisi kesehatan semakin memburuk. Penyakit yang muncul dipicu oleh paparan air banjir, kelembapan udara, dan keterbatasan fasilitas sanitasi di tempat pengungsian.
Selain itu, bantuan dari pemerintah daerah Jakarta Timur juga telah disalurkan, termasuk logistik dan kebutuhan pangan bagi para pengungsi. Pemerintah terus memantau kondisi di seluruh lokasi pengungsian untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan pengungsi terjaga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung telah merendam pemukiman warga di beberapa RW, mengakibatkan ratusan jiwa terdampak. Ketinggian air terus meningkat dan turun secara fluktuatif selama beberapa hari, menimbulkan kerugian dan dampak kesehatan bagi masyarakat setempat.





