Dokter Tifa, seorang ahli epidemiologi, memberikan tanggapannya terhadap penampilan Presiden Joko Widodo di Rakernas PSI. Menurut Dokter Tifa, ada strategi terselubung di balik penampilan Jokowi yang terlihat sakit dan lemah di acara tersebut. Analisis tersebut muncul setelah publik mempertanyakan keaktifan Jokowi menghadiri acara dan berfoto meskipun dilaporkan tidak bisa hadir dalam urusan pengadilan.
Dokter Tifa meyakini bahwa penampilan Jokowi bukan hanya sekadar dukungan untuk partai, tetapi juga bagian dari narasi “playing victim” atau pura-pura menjadi korban. Jokowi tampak memaksakan diri untuk mencitrakan dirinya sebagai korban, terutama oleh Republik Rakyat Tiongkok. Pengulangan kalimat “Saya masih sanggup” menurut Dokter Tifa merupakan ekspresi batin yang tidak terkontrol dan justru tidak menimbulkan simpati melainkan sinisme di kalangan publik.
Banyak warganet yang menunjukkan sikap sinis setelah melihat video Jokowi, mempertanyakan ambisinya yang terus-menerus meski kondisi fisiknya menurun. Publik melihat bahwa Jokowi mencoba menjadikan bahkan sakitnya sebagai komoditas untuk membangun sebuah narasi.





