Pembalap Prancis terjatuh di Tikungan 5 saat sesi latihan bersama yang pertama, dan mengalami patah tulang jari tengah tangan kanannya. Meskipun mengalami cedera tersebut, ia kembali ke lintasan pada sore hari, tapi motor M1-nya berhenti di Tikungan 2 karena masalah mesin. Masalah utama terfokus pada mesin V4 yang telah menjadi perhatian utama pabrikan Yamaha sejak tahun sebelumnya.
Setelah beberapa jam, pembalap dengan nama panggilan ‘El Diablo’ memutuskan untuk pulang ke Spanyol. Pada hari Rabu, ia menjalani pemeriksaan di Barcelona untuk membuat rencana pemulihan agar bisa mengikuti tes berikutnya di Buriram dalam waktu kurang dari dua minggu dengan kondisi yang optimal.
Sementara itu, teknisi pabrikan Jepang sedang melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab masalah mesin yang terjadi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan membuat aktivitas di lintasan berhenti sementara hingga masalah tersebut bisa ditangani dan diatasi. Akibatnya, tidak ada motor Yamaha yang beroperasi pada pagi hari Rabu, karena pabrikan di Jepang dan tim balap sedang berusaha keras menemukan akar penyebab masalah tersebut.
Manajer tim Yamaha, Massimo Meregalli, menyatakan bahwa masih dalam tahap pengertian terhadap masalah yang menimpa Fabio pada hari sebelumnya. Masalah ini terkait dengan keamanan, dan jika penyebabnya terungkap, latihan akan dilanjutkan. Meregalli menegaskan bahwa masalah ini tidak ada hubungannya dengan kecelakaan Quartararo, dan prioritas utama saat ini adalah menyelesaikan program latihan sebelum acara berlangsung. Dengan demikian, Toprak Razgatlioglu adalah satu-satunya pembalap yang belum dapat menguji motor sesuai jadwalnya.
Semua pembalap lain memiliki materi yang sama untuk diuji, dan Yamaha harus menyelesaikan persiapan dalam dua hari terakhir untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi ajang balap selanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah mencapai 80% dari program yang direncanakan sebelumnya dan masih terus melakukan penyetelan motor untuk memastikan performa terbaik.





