Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Yorrys Raweyai, secara terang-terangan mengkritik Presiden ke-7, Jokowi, karena belum berhasil menyelesaikan masalah kekerasan yang terus terjadi di Papua. Kritik itu disampaikan saat Yorrys menerima audiensi perwakilan Amnesty International yang membawa keluhan terkait dugaan pelanggaran HAM di Papua. Salah satu tragedi yang menjadi sorotan adalah Tragedi Gearek 2025, di mana helikopter militer dilaporkan melakukan serangan dengan mortir di sebuah kampung di wilayah Papua. Yorrys menekankan bahwa persoalan Papua adalah masalah kompleks yang sudah berlangsung lama dan melibatkan berbagai rezim pemerintahan. Dia juga mencatat bahwa hampir semua kasus kekerasan di Papua terkait dengan tindakan aparat, namun hingga saat ini belum ada solusi yang efektif. Yorrys juga mengungkap ironi di masa pemerintahan Jokowi, di mana meskipun sering mengunjungi Papua, termasuk sudah 17 kali kunjungan, namun belum ada hasil yang signifikan dalam penyelesaian masalah di sana.
Yorrys Raweyai: Jokowi Datang ke Papua 17 Kali – Tukang Bohong?





