Isu pemakzulan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat di tengah ruang publik. Menurut pengamat politik, Heru Subagia, hal ini menunjukkan bukan hanya sekadar manuver politik, melainkan terkait dengan kondisi legitimasi politik dan ekonomi yang semakin tertekan. Dinamika ini mulai tumbuh seiring dengan pernyataan tokoh dan perdebatan di media sosial mengenai kemungkinan pergantian kekuasaan.
Heru menyatakan bahwa isu pemakzulan telah menjadi bahan konsolidasi oleh sejumlah kelompok, bukan hanya rumor politik semata. Dorongan ini mencerminkan krisis legitimasi dan tekanan ekonomi yang semakin terasa, yang menjadi alasan kuat dalam menggalang kekuatan rakyat dan melakukan penggusuran kekuasaan.
Selain itu, polemik muncul akibat pernyataan dari lembaga survei yang memicu perdebatan, menurut Heru. Reaksi keras dari pendukung pemerintah terlihat dari elit partai pendukung hingga relawan yang merespons pernyataan yang dianggap mendorong pencopotan presiden. Hal ini terjadi ketika lembaga survei seperti Saiful Mujani menyatakan bahwa jika Presiden sudah tidak bisa dinasihati, satu-satunya cara adalah mencopotnya, yang dianggap sebagai tantangan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.





