Presiden Jokowi telah menuai kritik tajam dari kader PDIP, Mohamad Guntur Romli, terkait pernyataannya mengenai konflik di Timur Tengah. Romli menilai bahwa jika Jokowi benar-benar menelepon untuk menanyakan kapan perang tersebut akan berakhir, maka Presiden tidak sepenuhnya memahami akar masalah yang terjadi di kawasan tersebut. Menurut Romli, Amerika Serikat dan Israel adalah pihak yang menyerang dalam konflik tersebut, sedangkan Arab Saudi yang dipimpin oleh Mohammed bin Salman terjebak dalam situasi tersebut karena keberadaan pangkalan militer AS di wilayah Saudi. MBS sendiri dikatakan ingin perang segera berakhir karena dia hanya menjadi pihak yang terkena dampak, bukan yang memulai konflik.
Romli juga mengkritik sikap Jokowi yang menanyakan mengenai kapan perang akan berakhir, menyebutnya sebagai tanda ketidaktahuan terhadap persoalan yang sedang berlangsung. Dia berharap agar respons dari MBS tidak berujung pada kemarahan dengan sindiran tajam terhadap Jokowi. Sebelumnya, Jokowi menyebut dalam keterangannya bahwa ia menelepon “kakaknya” di Uni Emirat Arab untuk bertanya mengenai perang di Timur Tengah, namun dia sebenarnya menghubungi MBS, Putra Mahkota Arab Saudi.





