Martin Brundle challenges FIA over British GP safety car controversy

by -39 Views

Martin Brundle: FIA Harus Lebih Responsif pada Grand Prix Britania 2026

Mantan pembalap Formula 1 dan analis Sky Sports, Martin Brundle, mengkritik penanganan FIA terhadap putaran terakhir Grand Prix Britania 2026, dengan mengatakan bahwa kontrol balapan tidak wajib menunggu mobil yang tertinggal untuk mengejar paket sebelum memulai kembali balapan.

Balapan di sirkuit Silverstone ikonik berakhir di bawah kondisi safety car, membatalkan finish dengan bendera hijau.

Insiden dan Pernyataan Brundle

Safety car dikerahkan pada lap 48 setelah Max Verstappen tergelincir ke kerikil di Stowe di depan Landostand. Sementara pembalap terdepan Charles Leclerc dan rekan setimnya di Ferrari, Lewis Hamilton, yang saat itu berada di posisi kedua, masuk pit saat safety car keluar, sedangkan George Russell dari Mercedes tetap keluar dan mengambil posisi kedua.

Saat bendera kotak-kotak semakin dekat, mobil-mobil yang tertinggal diminta untuk mengambil putaran tambahan, dan tampaknya akan ada satu putaran terakhir saat pesan ‘Safety Car In This Lap’ muncul di lap 51. Namun, meskipun pesan tersebut, safety car tetap keluar.

Brundle menambahkan, “Tidak benar untuk menunggu, terutama di sirkuit panjang, mobil-mobil yang tertinggal untuk melaju. Regulasi tersebut tidak mengharuskan menunggu hingga semua mobil yang tertinggal tiba di belakang.”

“Ada alasan terpisah untuk tidak mengeluarkan safety car dan bukan hanya perubahan pikiran atau kesalahan. Kita semua tidak mendapatkan akhir yang tepat untuk grand prix,” jelas Brundle selama siaran Sky Sports F1.

Penjelasan FIA

FIA later released an explanation for the safety car finish. “The safety car period regulation, Article B5. 13.5, states that one lap must be completed following the unlapping procedure,” the statement read.

The statement continued, “This process was followed by Race Operations. The ‘Safety Car In This Lap’ message was displayed erroneously due to a software error.”

Selain itu, Brundle menyoroti bahwa regulasi tidak mengharuskan menunggu mobil-mobil yang tertinggal hingga berada di belakang antrian. Hanya dikatakan bahwa mereka harus melaju dengan kecepatan wajar.

Source link