Jakarta, CNN Indonesia — Sasarannya adalah meningkatkan kontribusi industri sawit terhadap ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat, pemerintah tengah memperkuat tata kelola sektor tersebut. Hal ini dilakukan dengan mendorong pemerintah daerah penghasil sawit agar mengoptimalkan potensi komoditas tersebut melalui perencanaan dan pengelolaan yang lebih terarah.
Pemerintah Dorong Penguatan Tata Kelola Sawit di Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan pentingnya penerapan enam langkah strategis bagi pemerintah daerah penghasil sawit. Hal ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola sektor sawit, sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 serta mendukung RPJMN 2025-2029 sebagai bagian dari Asta Cita Presiden.
Menurut Wiyagus, sektor sawit bukan hanya sebagai komoditas perkebunan, melainkan juga sebagai instrumen pembangunan nasional. Dengan tata kelola yang tepat, sektor sawit diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi melalui biodiesel, mendorong hilirisasi industri, dan memperluas perekonomian dengan pemberdayaan pekebun rakyat.
Langkah Strategis untuk Penguatan Tata Kelola Sawit
Workshop Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia dan Sawit Expo di Jakarta menjadi wadah untuk memaparkan enam langkah strategis yang perlu diterapkan pemerintah daerah. Langkah-langkah tersebut antara lain peningkatan kapasitas petani dan pekebun melalui pelatihan, penguatan nilai tambah komoditas perkebunan, memperluas kolaborasi dan kemitraan, serta menyelaraskan kebijakan daerah dengan kebijakan pusat.
Keberhasilan tata kelola sawit di tingkat daerah diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah industri, dan mendukung peningkatan perekonomian daerah. Ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sektor sawit sebagai salah satu pilar pembangunan nasional.





